Artikel ilmiah, reaksi kalsium karbonat dengan asam cuka
ARTIKEL ILMIAH MATA KULIAH KIMIA ANALITIK
REAKSI ANTARA KULIT TELUR DAN ASAM CUKA
Disusun oleh 1. Lulu Harida Rofi (1713453093)
2. Qonita Rizka Hanifah (1713453062)
3. Rizka Widyana (1713453075)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk perbaikan nilai mata kuliah kimia analitik di Politeknik Kesehatan Tanjungkarang. Penulis melakukan penelitian untuk membuktikan adanya reaksi kimia yang terjadi antara cangkang telur (kalsium karbonat / CaCO3) dan asam cuka (CH3COOH).
Peneliti dapat memperoleh data hasil pengamatan dengan metode peninjauan secara berkala dengan mengamati perubahan yang terjadi pada cangkang telur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Dipermukaan larutan terdapat banyak busa, (2) Dipermukaan kulit telur terdapat banyak busa, (3) Warna larutan bening, (4) Kulit telur terangkat secara bergantian ke permukaan larutan.
Selama ini kita hanya melihat kuning telur jika telur dipecahkan. Sekarang kita bisa melihat kuning telur tanpa memecahkan cangkang telur. Cara melihat kuning telur tanpa memecahkan cangkang telur dengan bantuan air cuka. Cangkang telur mengandung zat kapur dan air cuka mampu menghilangkan zat kapur tersebut. Tujuan dari percobaan ini adalah mengidentifikasi cangkang telur, kandungannya, dan untuk mengetahui kemampuan air cuka dalam melunakkan cangkang telur. Penelitian yang dilakukan adalah dengan melunakkan cangkang telur menggunakan bantuan rendaman air cuka selama beberapa jam. Hasilnya telur menjadi lunak, dengan menggunakan cahaya lampu kuning telur akan terlihat tanpa memecahkan cangkang telur
Keyword : Telur, Air cuka.
LATAR BELAKANG
Kulit telur mengandung kalsium karbonat (CaCO3 ). Saat cangkang telur direndam didalam air cuka, kalsium karbonat bereaksi dengan air cuka membentuk garam kalsium karbonat larut sehingga yang tersisa adalah protein pengikat yang elastis karena kulit telur rentan terhadap asam cuka, seperti yang kita tahu jika asam dapat merusak suatu benda dan merubah ketebalannya. Jadi asam cuka ini merombak kalsium dikulit telur dan melunakkannya, sehingga bagian kulit telur yang cukup lama terkena asam cuka akan melembek. Karena cuka dikategorikan dalam zat-zat asam, berarti cuka memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat seperti, kalsium yaitu komponen utama penyusun kulit telur. Kulit telur sebagian besar terbuat dari kalsium karbonat, dengan menggunakan asam maka kulit ini larut, tidak hanya dengan asam cuka tetapi dengan HCL atau H2SO4 pun ini bisa terjadi. Sebagian besar dari penyusun cangkang terdiri dari kalsium karbonat (CaCO3). Yang akan dilakukan adalah melunakkan cangkang telur agar putih telur yang ada didalamnya bisa terlihat tanpa memecahkan cangkang telur dengan direndam dengan air cuka.
Dalam kehidupan sehari-hari Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalahsenyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalammakanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C.
Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan bakuindustri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati.
Sedangkan telur sebenarnya hampir semua jenis telur dapat dimakan tetapi hanya beberapa jenis telur saja yang lazim dimakan, baik sebagai lauk-pauk maupun sebagai obat. Telur yang biasa dikonsumsi antara lain telur yang berasal dari unggas seperti ayam, bebek, angsa dan beberapa jenis burung seperti burung unta dan burung puyuh. Sebagai bahan makanan telur mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap, meliputi karbohidrat, proteindan delapan macam asam amino sehingga berguna bagi tubuh, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui bahwa, apakah cangkang telur dapat lunak dalam air cuka dan putih telur dapat terlihat didalamnya berdasarkan hasil observasi/ penelitian.
TINJAUAN PUSTAKA
Kajian teoritis
Cangkang telur ayam memiliki tiga lapisan yaitu kutikula, lapisan stratum, lapisan membran. Masing-masing lapisan tersebut memiliki kandungan kimia tertentu. Kutikula merupakan lapisan terluar yang memiliki ketebalan 10 m dan saluran pori, serta berfungsi melindungi telur dari kelembaban, mikroorganisme, dan membantupertukaran gas yang masuk ke dalam telur. Lapisan ini mudah terkelupas oleh adanya asam lemah atau larutan pengkompleks logam maupun dengan pencucian menggunakan air. Lapisan kutikula mengandung 90 % protein dan sejumlah kecil karbohidrat dan lemak. Protein tersebut mengandung glisin, asam glutamat, lisin, sistin, dan tirosin. Sedangkan karbohidratnya meliputi heksosamin, galaktosa, manosa, fuksa, glukosa, dan asam sialat. Lapisan stratum adalah campuran dari matriks protein yang dibuat sebelum dekomposisi kalsium karbonat, terdiri dari lapisan kristal vertikal, palisade, dan lapisan mamilari. Keseluruhan lapisan mengandung 95 % zat anorganik (kalsium karbonat), 3,3 % protein, dan 1,6 % air lembab. Lapisan kristal terdiri dari kristal pendek dan tipis yang tersusun secara vertikal, sedangkan lapisan palisade sangat rapat dan keras karena struktur kristalnya terbentuk dari kalsifikasi dari kalsium karbonat yang mengandung sejumlah kecil magnesium, bergabung dengan kolagen membentuk suatu matriks spons. Lapisan membran terdiri dari membran luar dan dalam, terdiri dari 70 % senyawa organik, 10 % senyawa anorganik, dan 20 % air.
Definisi Asetat (Cuka)
Asam Asetat (Cuka) adalah merupakan senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3COOH. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri penting. dalam industri makanan asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman.
a. Penamaan Asam Asetat
Asam asetat merupakan nama trivial atau nama dagang dari senyawa ini. dan nama yang paling dianjurkan oleh IUPAC. Nama ini berasal dari kata latin Acetum, yang berarti Cuka. Sedangkan Nama Sistematisnya adalah Asam Etanoat.
b. Pembentukan asam asetat
Asam asetat dihasilkan dari cairan piroligneous yang diperoleh dari distilasi kayu. Cairan ini direaksikan dengan kalsium hidroksida menghasilkan kalsium asetat kemudian diasamkan dengan asam sulfat dan menghasilkan asam asetat.
Dari keterangan diatas menjelaskan bahwa Reaksi yang terjadi dalam proses pembuatan asam asetat merupakan Reaksi Netralisasi Asam Basa.
c. Penggambaran Reaksi
Kalsium Hidroksida Menjadi Kalsium Asetat + Asam Sulfat Menjadi Asam Asetat (Cuka).
Sifat - sifat kimia asam asetat
1. Keasaman
Atom hidrogen (H) pada gugus karboksil (-COOH) dalam asam karboksilat seperti asam asetat dapat dilepaskan sebagai ion H + (Proton), sehingga memberikan sifat asam. asam asetat adalah asam lemah monoprotik dengan nilai pKa = 4.8. Basa konjungsinya adalah asetat (CH3COO-). Sebuah larutan 1.0 M asam asetat (kira-kira sama dengan konsentrasi pada cuka rumah) memilki pH sekitar 2.4
2. Dimer Siklis
Struktur kristal asam asetat menunjukan bahwa molekul-molekul asam asetat berpasangan membentuk dimer yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen. dimer juga dapat dideteksi pada uap bersuhu 120 0C. dimer juga terjadi pada larutan encer di dalam pelarut tak-berikatan-hidrogen (misalnya air). Entalpi disosiasi dimer tersebut diperkirakan 65.0-66.0 kJ/mol, entropi disosiasi sekitar 154-157 J Mol-1 k-1 .Sifat dimersiasi ini juga dimiliki oleh asam karboksilat sederhana lainnya.
3. Sebagai Pelarut
Asam asetat cair adalah pelarut protik hidrofilik (Polar), mirip seperti air dan etanol. asam asetat memiliki konstanta dielektrik yang sedang yaitu 6.2, sehingga ia bisa melarutkan baik senyawa polar seperti garam anorganik dan gula maupun senyawa non-polar seperti minyak dan unsur-unsur seperti sulfur dan iodin. asam asetat bercampur dengan mudah dengan pelarut polar atau nonpolar lainnya seperti air, kloroform dan heksana. sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat. ini membuatnya berguna dalam industri kimia.
4. Reksi Kimia Asam Asetat dengan unsur lainnya.
Asam asetat bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi, magnesium, dan seng, membentuk gas hidrogen dan garam-garam asetat (disebut logam asetat). Logam asetat juga dapat diperoleh dengan reaksi asam asetat dengan suatu basa yang cocok. Contoh yang terkenal adalah reaksi soda kue (Natrium Bikarbonat) bereaksi dengan cuka. Hapir semua garam asetat larut dengan baik dalam air. Salah satu pengecualian adalah Kromium (II) asetat.
Contoh Reaksi
1. Pembentukan garam asetat:
Mg(s) + 2 CH3COOH(aq) → (CH3COO)2Mg(aq) + H2(g)
NaHCO3(s) + CH3COOH(aq) → CH3COONa(aq) + CO2(g) + H2O(l)
Dari penjelasan di atas di jelaskan bahwa proses pembentukan garam asetat merupakan proses pertukaran. karena kebanyakan dari jenis reaksi salah satu pereaksinya adalah logam yang akan menggantikan ion logam.
2. Pembentukan Garam:
Asam asetat + Natrium Etanot menghasilkan garam.
CH3COOH + NaOH -------------> CH3COONa + H2
Dari penjelasan di atas. bahwa pembentukan garam merupakan Reaksi Netralisasi. pembentukan dari asam asetat dengan natrium etanot, menghasilkan garam.
3. Senyawa Ester
Asam Asetat + Metanol Metil Etanot menghasilkan Senyawa Ester
CH3COOH + CH3–OH ------------------> CH3COOHCH3 + H2O
Dari Penjelasan di atas. bahwa pembentukan Senyawa ester merupakan Reaksi Esterfikasi. pembentukan asam asetat dengan metanol metil etanot menjadi senyawa ester.
Aluunium merupakan logam yang tahan terhadap korosi karena dapat membentuk lapisan aluminium oksida yang melindungi permukaannya. Karena itu, biasanya asam asetat diangkut dengan tangki-tangki aluminium.
Asam asetat mengalami reaksi-reaksi asam karboksilat, misalnya menghasilkan garam asetat bila bereaksi dengan alkali, menghasilkan logam etanoat bila bereaksi dengan logam, dan menghasilkan logam etanoat, air dan karbondioksida bila bereaksi dengan garam karbonat atau bikarbonat. Reaksi organik yang paling terkenal dari asam asetat adalah pembentukan etanol melalui reduksi, pembentukan turunan asam karboksilat seperti asetil klorida atau anhidrida asetat melalui saubsitusi nukleofilik. Anhidrida asetat dibentuk melalui kondensasi dua molekul asam asetat. Ester dari asam asetat dapat diperoleh melalui reaksi esterefikasi Fiscer, dan juga pembentukan amida. Pada suhu 440 °C, asam asetat terurai menjadi metana dan karbon dioksida, atau ketena dan air.
5. Deteksi
Asam asetat dapat dikenali dengan baunya yang khas. selain itu garam-garam dari asam Aasetat bereaksi dengan larutan besi (III) klorida, yang menghasilkan warna merah pekat yang hilang bila larutan diasamkan. garam-garam asetat bila dipanaskan dengan arsenik trioksida (AsO3) membentuk kakodil oksida ((CH3)2As-O-As(CH3)2), yang mudah dikenali dengan baunya yang tidak menyenangkan.
Manfaat Asam Asetat (Cuka)
1. Pengatur keasaman pada industri makanan.
2. Minuman fungsional misal : cuka apel
3. Sebagai bahan baku Vinil asetat , Easter asetat dan garam asetat
Dampak Negatif Asam Asetat (Cuka)
Dalam aktifitas rumah tangga sehari-hari, kita selalu mengalami penemuan baru tentang manfaat cuka. Seperti kegunaannya untuk mengusir ketombe, membasmi jamur dan bakteri . Meskipun cuka memiliki banyak kegunaan penting bagi kehidupan kita, perlu kita perhatikan 8 penggunaan berbahaya pada cuka, di bawah ini:
1. Cuka memiliki kemampuan yang handal untuk membersihkan perabotan di rumah. Namun sebaiknya cuka tidak digunakan sebagai campuran detergen perabotan makan. Karena efeknya akan berkurang setelah dicampur dgn detergen tersebut.
2. Tidak menggunakan cuka pada saat membersihkan benda yang permukaannya mengandung zat lilin. Misalnya pada saat membersihkan mobil anda, cuka akan memudarkan kilauan permukaan mobil anda tersebut.
3. Menurut Institut Marmer, penggunaan cuka sangat berbahaya bagi benda batuan. Hal ini bisa menyebabkan batuan tersebut mengalami korosi (pengaratan).
4. Cuka tidak diperkenankan untuk membersihkan layar sensitif seperti pada smartphone maupun layar laptop anda. Karena hal ini akan menumpulkan lapisan oleophobic yang membatasi sidikjari dengan noda/kotoran pada layar sensitif tersebut.
5. Jangan mencampurkan cairan cuka pada saat membersihkan panci dan wajan anda yang terbuat dari besi atau aluminium, karena dua zat ini memiliki permukaan yang reaktif. Cuka baik digunakan pada bahan perabot yang terbuat dari stainles (baja tahan karat).
6. Tahukah anda, cuka dan bahan pemutih dapat dinobatkan sebagai agen pembersih yang kuat. Campuran kedua zat ini menghasilkan senjata kimia yang disebut Gas Klor. Zat ini pernah digunakan pada pembersihan daerah sisa perang dunia I.
7. Cuka juga ampuh membunuh hama pada tumbuhan. Tetapi pada saat penggunaannya dianjurkan untuk tidak menyemprotkan langsung ke tumbuhan.
8. Jika anda adalah korban hasutan yg mengatakan cuka adalah cairan yang mampu membersihkan perabotan dapur dari sisa telur, hal ini adalah salah. Justru cuka membuat protein telur mengental sehingga lebih sulit untuk dibersihkan.
fungsi cuka hanya akan membuat tampak bersih pada bagian permukaannya saja, Layaknya mengatasi masalah kebocoran ataupun membusuknya gypsum, cairan ini tidak dapat menuntaskannya.
METODE PENELITIAN
3.1. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini di lakukan pada:
Tanggal : 23 s/d 24 Desember 2017
Waktu : 19:30 s/d 20:45
Tempat : Kosan belakang Alfamart
3.2. Variabel Penelitian
Variabel bebas : Kadar dan jumlah cuka yang diberikan
Variabel terikat : Pengelupasan telur dari cangkang
Variabel kontrol : Media pengamatan, merk cuka yang sama
3.3. Kajian pustaka
Pengumpulan informasi dan data – data yang diperlukan diperoleh dari buku – buku dan internet.
3.4. Observasi
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi atau pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan gejala langsung pada objek penelitian (reaksi kulit telur terhadap berbagai larutan – larutan yang bersifat asam)
3.5. Dokumentasi
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil gambar terhadap objek penelitian (kulit telur yang direaksikan dengan berbagai larutan – larutan yang bersifat asam).
3.6. Prosedur Penelitian
Langkah kerja :
1. Menyiapkan alat dan bahan,
2. Memasukkan telur ke dalam gelas bening,
3. Mengamati reaksi yang terjadi pada telur,
4. Membuat kesimpulan
Alat Dan Bahan :
• 1 buah gelas
• Sebutir telur ayam mentah
• Satu botol cuka dapur 100 ml
Langkah-langkah :
1. Masukkan telur ke dalam gelas yang berisi cuka, lalu diamkan selama beberapa jam
2. Keluarkan telur dan cuci dengan air keran
3. Dekatkan telur pada cahaya lampu, lalu perhatikan
HASIL
Saat melakukan percobaan, penulis mengumpulkan data melalui percobaan yang dilakukan. Dalam hal ini, penulis mencatat hasil pengamatan dari reaksi kimia yang terjadi pada bahan yang telah direaksikan pada saat praktikum. Berikut adalah hasil dari pengamatan mengenai percobaan yang dilakukan oleh penulis :
NO Bahan Yang Direaksikan Hasil Pengamatan
1 Kulit telur + Asam Cuka-Dipermukaan larutan terdapat banyak busa.
- Dipermukaan kulit telur terdapat banyak busa.
- Warna larutan bening.
- Kulit telur terangkat secara bergantian ke permukaan larutan.
PEMBAHASAN
Data Hasil Pengamatan
Apa yang terjadi?
Kamu akan melihat bahwa sekarang telur tersebut tidak lagi keras, melainkan lentur seperti karet. Dan apabila kamu dekatkan pada cahaya lampu, kamu akan melihat putih telur dan kuning telur di dalamnya melalui kulit telur tersebut.
Mengapa Demikian ?
Reaksi yang terjadi antara cangkang telur dan asam cuka :
Kulit telur sebagian besar terbuat dari CaCO3 (kalsium karbonat) dengan menggunakan asam maka kulit ini aka dapat larut. tidak hanya dengan asam cuka dengan HCl, atau H2SO4 pun ini bisa terjadi kalau kamu mereaksikan dengan asam cuka CH3COOH maka reaksi yang terjadi adalah: CaCO3 + 2CH3COOH -> Ca(CH3COO)2 + H2O + CO2 CO2 terbentuk dengan adanya gelembung-gelembung udara yang keluar dari larutan, untuk larutan asam yang kurang pekat maka reaksi berjalan lambat sehingga kemungkinan gelembungnya tidak terlihat. Tapi dengan asam yang agak pekat reaksi berjalan cepat dan terlihat gelembung udaranya.
KESIMPULAN
Air cuka berpengaruh terhadap kelunakan serta keringanan kulit telur ayam. Dan semakin banyak air cuka yang diberikan pada kulit telur, maka kulit telur tersebut akan cepat mengapung dan menjadi lunak.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_asetat
http://aqdienblog.blogspot.com/2012/03/8-dampak-buruk-penggunaan-cuka.html
http://ummualiyyah.files.wordpress.com/2011/04/percobaantelur.jpg
http://id.wikipedia.org/wiki/Rumus_kimia
http://kimiadahsyat.blogspot.com/html
http://selaluhidupdanberkaryaerwindwiranata.blogspot.com/2011/11/pengaruh-cuka-terhadap-telur.html
http://ilhamadjiputrap.blogspot.com/2013/01/pengaruh-pemberian-air-cuka-terhadap_6374.html
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/553/jbptitbpp-gdl-fransiskus-27618-2-2007ta-1.pdf
(Davis, 2002)
Komentar
Posting Komentar